Mampir Sholat Maghrib Sehabis Pulang Kondangan
Sebuah pertemuan bermakna sering kali datang dari peristiwa yang sama sekali tidak direncanakan. Cerita ini bermula waktu saya baru saja selesai menghadiri acara kondangan pernikahan dan memutuskan mampir untuk menunaikan sholat Maghrib di Masjid Al-Aqobah Pusri Palembang.
Setibanya di dalam masjid suasana terasa sangat ramai dan padat tidak seperti hari-hari biasa. Karena penasaran saya memberanikan diri bertanya ke orang yang duduk di samping saya. Dari situlah saya baru tahu kalau malam itu ada agenda kajian yang diisi oleh Ustadz Adi Hidayat.
Waktu itu saya jujur belum mengenal siapa sosok Ustadz Adi Hidayat. Karena sudah terlanjur berada di dalam shaf dan melihat antusiasme jamaah yang begitu besar, saya memutuskan untuk tetap duduk dan menyimak materi kajian sampai selesai. Pemandangan malam itu cukup kontras kalau diingat kembali. Di antara ratusan jamaah yang mayoritas mengenakan baju koko gamis dan peci putih, saya duduk sendirian mengenakan kemeja batik rapi bekas kondangan tanpa memakai peci.
Bertemu Teman Baru dan Merancang Logo Komunitas
Seusai kajian selesai saya berkenalan dengan seorang teman baru bernama Rafi Abrar. Obrolan kami mengalir sangat hangat hingga dia mengajak saya bergabung ke dalam sebuah komunitas pemuda hijrah yang kebetulan baru saja terbentuk dan akan mengadakan gathering perdana untuk saling mengenal antar-anggota.
Rafi Abrar sendiri beberapa waktu setelah itu melanjutkan sekolahnya ke Magelang. Meskipun sampai sekarang kami belum sempat bertemu langsung lagi dan hanya saling bertukar sapa lewat media sosial Instagram, perkenalan singkat malam itu menjadi pintu pembuka yang mengubah banyak hal dalam hidup saya.

Seiring berjalannya aktivitas komunitas, teman-teman mempercayakan sebuah amanah yang sangat berkesan bagi saya, yaitu merancang dan membuat logo resmi Pemuda/i Hijrah Palembang. Menggunakan kebiasaan desain grafis yang sering saya asah, saya menuangkan simbol kebersamaan dan semangat hijrah anak muda ke dalam bentuk visual tersebut.

Hadir di Majelis Ustadz Taufik Hasnuri
Langkah awal mendalami agama membuat saya mulai terbiasa mendatangi berbagai majelis ilmu di kota Palembang. Salah satu majelis yang rutin saya datangi adalah majelis taklim almarhum Ustadz Taufik Hasnuri.
Waktu pertama kali datang pakaian saya masih sangat seadanya, tidak mengenakan peci, dan masih memakai celana sepan jeans. Tapi kehangatan para guru dan jamaah majelis membuat siapa pun merasa dirangkul tanpa memandang latar belakang penampilan.

Pesan Berharga Tim Semut pada Tradisi Ziarah Kubro
Salah satu agenda besar tahunan yang selalu dinanti oleh masyarakat Palembang adalah Ziarah Kubro. Bersama rombongan komunitas kami selalu ikut ambil bagian dalam kegiatan akbar ini.
Ada satu nasihat mendalam dari Al Habib Syukri bin Ali bin Syahab yang selalu tertanam kuat di hati saya sampai hari ini saat beliau berpesan tentang keikhlasan beramal.
Jadilah tim semut, walaupun berada di belakang mengumpulkan sampah tapi keberkahannya luar biasa.
Pesan dari Al Habib Syukri bin Ali bin Syihab ini mengajarkan kami bahwa kemuliaan sebuah peran bukan dilihat dari seberapa megah sorotan panggung, melainkan dari ketulusan hati saat melayani jamaah dan menjaga kebersihan rute ziarah.

Mengenakan sarung tangan dan membawa kantong sampah menyusuri rute Ziarah Kubro dari titik awal hingga pemakaman para ulama memberi rasa bahagia yang sulit diukur dengan materi.
Majelis Rutin Mingguan dan Menghadirkan Tokoh Dakwah
Komunitas kami bukan hanya tempat berkumpul biasa, tapi aktif mengadakan kajian rutin dan membuat acara berskala besar untuk masyarakat luas.
Setiap hari Minggu kami memiliki agenda majelis rutin di Masjid Istiqomah depan Kantor Walikota Palembang yang dibimbing langsung oleh para guru mulia kami seperti Habib Ahmed Wildan Al-Kaff, Habib Ali Zainal Abidin Al Madihij, Ustadz Nurul Iman, dan Ustadzah Firza Eliz.
Selain majelis mingguan, komunitas kami juga aktif mengundang dan menyelenggarakan acara tabligh akbar bersama berbagai tokoh nasional dan internasional.
- Ustadz Cupink Topan, Ustadz Taqy Malik, dan Ustadz Fuad Bakh yang menginspirasi banyak pemuda Palembang untuk semakin mencintai Al-Qur'an dan konten dakwah positif.
- Al Habib Hasan bin Zen bin Syahab dan Syaikh Loay Ahmed Rassyd El Najjar (Syaikh asal Palestina) yang membawakan wawasan keislaman dan kepedulian terhadap kemanusiaan global.
- Syarifah Fatimah Al Musawa (putri Al Habib Munzir Al Musawa), Ustadzah Aisyah Hilwanah Alkaff, serta Ustadzah Qotrunnada Syathiry Ahmad, Lc yang mengisi kajian khusus kemuslimahan.
Ragam Aksi Sosial, Silaturahmi, dan Nilai Kekeluargaan
Kehangatan di dalam komunitas terasa seperti keluarga kedua. Kami sering mengadakan peringatan Maulid Nabi, berbagi santunan dan buka puasa bersama anak-anak panti asuhan, mengadakan Ramadhan Festival Competition, hingga menggelar Festival Muharram Berkah.
Pada acara Silaturahmi antar Santri TPQ se-Nusantara 2019 dan agenda festival Ramadhan, kami juga mendatangkan Kak Ninuk pendongeng untuk menghibur dan memberikan edukasi cerita islami kepada ratusan santri cilik.
Kepedulian sosial kami wujudkan secara nyata lewat aksi tanggap kemanusiaan seperti penggalangan dana untuk para korban penyintas kebakaran di pemukiman padat, ziarah ke makam pahlawan saat peringatan Hari Pahlawan, serta agenda santai seperti barbeque bersama untuk mempererat ikatan persaudaraan.
Tetap Istiqomah Menjaga Adab Saat Olahraga
Kebersamaan kami juga berlanjut ke lapangan olahraga. Komunitas kami aktif mengikuti turnamen futsal bersama tim pemuda lainnya.
Meskipun berada di lapangan futsal yang penuh persaingan fisik, kami tetap berusaha menerapkan ilmu yang telah diajarkan oleh para guru, salah satunya disiplin menjaga aurat saat berolahraga dengan mengenakan celana panjang, manset, atau legging olahraga di balik jersey tim.

Pelajaran Hidup yang Selalu Membekas
Melihat kembali lembaran perjalanan dari seorang pemuda berbaju batik di Masjid Al-Aqobah Pusri hingga menjadi bagian dari keluarga besar komunitas hijrah, saya menyadari betapa berharganya lingkungan yang saling mengingatkan dalam kebaikan.
Keterampilan desain grafis yang saya miliki akhirnya menemukan tempat terbaiknya untuk mendukung syiar dakwah, sementara nasihat menjadi tim semut selalu mengingatkan saya untuk tetap rendah hati dalam profesi apa pun yang saya jalani hari ini.
Kalau kamu punya cerita berkesan seputar kegiatan komunitas dakwah atau ingin berbagi pengalaman bermanfaat lainnya, pintu komunikasi saya selalu terbuka lewat email di mail@faaizyahya.my.id atau lewat website saya di faaizyahya.my.id.





