Berawal dari Dunia Desain Grafis dan Photoshop
Perjalanan saya di dunia teknologi tidak langsung dimulai dari ngoding atau ruang server. Tahun 2015 sebelum teknologi AI generator ramai seperti sekarang, saya menghabiskan sebagian besar waktu di depan Soto Sop aka Photoshop.
Dulu proses pengerjaan sebuah karya visual membutuhkan waktu berhari-hari untuk selesai. Saya harus memotong objek secara manual menggunakan pen tool piksel demi piksel, menyesuaikan arah bayangan, mengatur pencahayaan, terus juga melakukan color grading agar setiap elemen foto menyatu dengan rapi.
Dulu saya sering mengerjakan berbagai kebutuhan visual mulai dari logo, flyer acara, banner promosi, desain sertifikat, hingga manipulasi foto kreatif yang cukup unik untuk mengasah skill ngedit.
Eksplorasi Manipulasi Foto Sebelum Era AI
Salah satu karya yang paling berkesan bagi saya adalah manipulasi foto yang dibuat seolah-olah saya sedang menjadi pilot pesawat terbang yang berselfie menggunakan tongsis di luar jendela kokpit sambil mengenakan helm motor di atas awan.

Selain editan pilot tersebut, saya juga pernah membuat manipulasi foto diri berseragam tentara pasukan perdamaian lengkap dengan baret biru dan latar belakang monumen Garuda.

Aktivitas ngedit manual ini melatih kesabaran, ketelitian terhadap detail kecil, dan kebiasaan mengatur tata letak visual yang nantinya sangat membantu saat saya mulai belajar membuat tampilan website.
Membuat Blog, Berbagi File PSD, dan Modding Game
Awal mula ketertarikan saya pada dunia web berawal dari keinginan memiliki tempat untuk memamerkan karya visual dan diselingi curhat gajelas. Saya membuat blog pribadi di faizyahya.blogspot.com untuk berbagi hasil editan gambar serta membagikan file mentah .psd secara gratis agar bisa dipelajari oleh teman-teman komunitas.
Dulu saya juga aktif membuat modding tekstur game, salah satunya membuat MOD Bus Sriwijaya FC untuk GTA San Andreas lengkap dengan livery bus khas klub sepak bola kebanggaan Sumatera Selatan.

Dari blog sederhana itulah rasa penasaran saya mulai berkembang. Saya ingin mengubah tampilan blog, mengganti tema, dan mulai belajar dasar HTML, CSS, dan JavaScript.
Hijrah ke WordPress, cPanel, dan Server Tinkering
Rasa penasaran tersebut membuat saya hijrah dari Blogspot ke WordPress self-hosted. Di fase ini saya pertama kali mengenal apa itu domain, web hosting, dan dashboard cPanel. Mengatur database MySQL, konfigurasi file manager, dan mengotak-atik template website menjadi pintu gerbang yang membawa saya terjun lebih dalam ke dunia web development.
Setelah terbiasa dengan pengelolaan web dasar, saya mulai memperdalam kemampuan frontend modern menggunakan React, Next.js, dan TypeScript untuk membangun UI web yang interaktif.
Rasa ingin tahu saya terus merambah ke lapisan infrastruktur server. Dari situ hobi baru saya lahir dalam bentuk server tinkering. Saya mulai menyewa Virtual Private Server (VPS) sendiri, belajar perintah Linux di terminal, mengatur reverse proxy dengan Nginx, mengamankan akses SSH, dan menulis shell script untuk otomatisasi tugas harian.
Bekerja di Provider Web Hosting dan VPS
Ketertarikan pada dunia server membawa saya ke langkah karir profesional. Sekarang saya bekerja di salah satu perusahaan provider web hosting dan VPS.
Pekerjaan ini memberi saya banyak pengalaman berharga karena berhadapan langsung dengan live server berskala besar. Mulai dari mengelola hypervisor, mengatur routing jaringan, mengisolasi virtual host, sampai menangani kendala teknis yang dihadapi server klien. Dari sini saya belajar bahwa kecepatan website harus selalu diimbangi dengan sistem keamanan yang rapi dan konfigurasi yang tepat.
Ketika kamu berhenti belajar, di situlah kamu mulai tertinggal.
Kalimat dari Albert Einstein ini selalu mengingatkan saya untuk terus mencoba hal baru dan mendalami teknologi yang saya gunakan.
Memperdalam Fondasi Teknis dan Sertifikasi
Selama menjalani proses belajar dan mengerjakan berbagai project web, saya juga menyempatkan diri mengambil beberapa program sertifikasi untuk memperkuat pemahaman teknis.
- Cloud dan Infrastruktur IT lewat sertifikasi AWS Fundamentals dari Amazon Web Services serta Google IT Support Professional Certificate.
- Keamanan Sistem lewat materi Foundations of Cybersecurity dari Google, Ethical Hacking dari IBM, serta Introduction to Critical Infrastructure Protection (ICIP) dari OPSWAT.
- Problem Solving lewat evaluasi Software Engineer dan Problem Solving di HackerRank.
Membangun KiyaPanel
Gabungan antara pengalaman desain, frontend modern, dan rutinitas mengelola server Linux melahirkan KiyaPanel. Platform ini merupakan control panel VPS Linux yang saya buat dengan pendekatan zero-database dan 100% stateless.
Tujuan awal saya membuat KiyaPanel cukup sederhana, yaitu ingin membuktikan bahwa mengelola VPS tidak harus membebani resource server dengan database lokal yang berat. Semua session diamankan langsung menggunakan token terenkripsi.
// Contoh enkripsi token session tanpa database
const encryptedPayload = crypto.encryptAEAD(
remoteHostAddress,
sshPortNumber,
sshUsername,
Date.now(),
secretMasterKey
);
Dengan fitur web terminal berbasis WebSocket, file manager SFTP, dan setup Web Application Firewall (WAF) otomatis di Nginx, KiyaPanel menjadi project yang paling mencerminkan cara saya bekerja, yaitu membuat tool yang ringan, fungsional, dan nyaman digunakan.
Fokus yang Sedang Saya Pelajari
Dunia software engineering selalu bergerak cepat. Saat ini fokus belajar saya sedang mengarah ke Distributed Systems, bahasa pemrograman Go, dan Kubernetes untuk manajemen container. Baik saat membuat UI web yang responsif maupun mengelola server, fokus saya tetap sama, yaitu membangun sistem yang stabil, aman, dan mempermudah pekerjaan banyak orang.
Kalau kamu ingin ngobrol santai seputar desain grafis, modding game, perjalanan blog, web development, atau setup server, silahkan hubungi saya lewat email di mail@faaizyahya.my.id atau melihat portofolio lengkap saya di faaizyahya.my.id.











